PT Rifan Financindo Berjangka – Di tengah ketegangan geopolitik global yang terus meningkat, pasar keuangan Indonesia tak luput dari tekanan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, memberikan pandangan menyeluruh terhadap dampak konflik tersebut, khususnya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
🌍 Ketegangan Global Masih Jadi Sumber Volatilitas
Mahendra menyoroti bahwa gejolak geopolitik seperti perang di Ukraina, konflik Gaza, serta ketegangan terbaru antara Iran, Israel, dan AS menciptakan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Ditambah perang dagang yang belum mereda, ini menjadi faktor berlapis yang memengaruhi pergerakan IHSG dan nilai tukar.
💡 Pasar Lebih Rasional Hadapi Krisis
Berbeda dengan krisis sebelumnya, Mahendra mencatat bahwa pelaku pasar kini lebih dewasa dan rasional. Tidak ada lagi reaksi panik berlebihan. Investor cenderung mengukur risiko dan menyusun strategi berdasarkan kalkulasi, bukan emosi.
“Perilaku pelaku pasar lebih stabil dan lebih pasti, sehingga IHSG maupun nilai tukar tidak lagi bergerak liar secara irasional,” ujarnya dalam Power Lunch CNBC Indonesia (24/6/2025).
🛡️ OJK Siapkan Langkah Proteksi Pasar
Meski pasar tampak stabil, OJK tetap menyiapkan langkah antisipatif menghadapi kemungkinan lonjakan volatilitas:
- Auto halt trading tetap aktif untuk merespons goncangan ekstrem
- Short selling masih dibatasi demi menjaga kestabilan pasar
📈 Dorong IPO dan Keterlibatan Investor Institusional
Untuk memperkuat struktur pasar modal, OJK mendorong:
- Peningkatan IPO dengan floating share lebih besar agar saham lebih likuid
- Kehadiran investor institusional seperti dana pensiun, asuransi, dan BUMN
Langkah ini dilihat penting untuk menopang pasar yang lebih tangguh, apalagi saat tekanan eksternal sedang tinggi.
🧾 Data Investor Tumbuh, Tapi Tantangan Masih Ada
OJK mencatat adanya peningkatan jumlah investor individu melalui Single Investor Identification (SID). Namun, Mahendra menegaskan bahwa peran investor institusional tetap krusial untuk menjaga keseimbangan pasar dalam jangka panjang.
📉 Rekam Jejak IHSG Saat Ketegangan Timur Tengah
IHSG tercatat mengalami tekanan signifikan selama konflik Iran-Israel memanas:
- Senin (16/6/2025): IHSG turun 0,68% pasca serangan Israel ke Iran
- Senin (23/6/2025): Penurunan makin dalam 1,74% setelah AS ikut menyerang
- Total koreksi sejak konflik meningkat: −4,61%
- Rabu (25/6/2025): IHSG sempat menguat di pembukaan, namun kembali ditutup melemah 0,44%
📊 Kesimpulan: Tetap Waspada, Tapi Rasional
Meski ketegangan geopolitik memberi tekanan nyata ke pasar, daya tahan dan rasionalitas investor menjadi kunci utama. OJK berperan aktif menjaga stabilitas melalui regulasi dan kebijakan, sementara pelaku pasar diharapkan tetap waspada namun tidak reaktif.
Dampak geopolitik tidak bisa dihindari, tapi bisa dikendalikan melalui strategi yang terukur.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
