Jakarta, 25 Juni 2025 — Harga emas dunia naik tipis pada awal perdagangan Rabu (25/6), mencoba memperpanjang rebound moderat dari hari sebelumnya. Meskipun sentimen makro mendukung, harga emas masih tertahan dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Harga emas diperdagangkan di sekitar $3.329 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua pekan. Kenaikan ini didorong oleh komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat, jika inflasi terus melandai dan pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan.
💬 Komentar Dovish Powell, Dolar Tertekan
Pernyataan dovish dari Powell memicu penurunan imbal hasil obligasi AS dan menekan nilai tukar dolar AS, dua faktor yang secara historis mendukung pergerakan emas. Namun, respons pasar emas sejauh ini masih terbatas.
🔍 Mengapa Emas Tak Melonjak?
Analis menilai bahwa salah satu penyebabnya adalah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah munculnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Meski situasi masih rawan—dengan adanya serangan rudal dan operasi militer sporadis—optimisme atas perdamaian telah mengurangi urgensi investor untuk menempatkan dana pada aset lindung nilai seperti emas.
“Ada sinyal dovish dari The Fed dan pelemahan dolar, namun ketidakpastian geopolitik yang sempat menopang emas kini mulai mereda, membuat pasar bergerak hati-hati,” ujar analis senior dari Asia Market Watch.
🔜 Agenda Pasar Selanjutnya
Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada kesaksian lanjutan Jerome Powell di Kongres AS, serta sederet data ekonomi penting yang akan dirilis akhir pekan ini. Termasuk di antaranya adalah data pengeluaran konsumen, inflasi inti PCE, dan klaim pengangguran mingguan AS — yang semuanya berpotensi mempengaruhi arah kebijakan moneter dan, secara tidak langsung, harga emas.
📌 Kesimpulan:
Walau emas mencatat kenaikan kecil, pasar tampak ragu untuk kembali ke mode risk-off sepenuhnya. Investor kini menanti katalis selanjutnya, baik dari jalur moneter maupun perkembangan geopolitik, sebelum mengambil posisi besar di logam mulia ini.
Sumber: Newsmaker, Bloomberg, FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
