Singapura, 14 Juni 2025 — Harga emas berpotensi mencatat penurunan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir, seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan prospek kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Pada perdagangan Jumat pagi, emas spot stabil di $3.366,20 per ons, namun telah melemah hampir 2% sepanjang pekan ini. Kondisi ini mencerminkan berkurangnya permintaan aset safe haven di tengah situasi global yang mulai mereda.
🌍 Ketegangan Timur Tengah Mereda
Pernyataan dari juru bicara Gedung Putih menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan memutuskan dalam dua minggu apakah akan ikut serta dalam operasi militer Israel terhadap Iran. Pernyataan ini menenangkan pasar yang sebelumnya khawatir konflik besar di kawasan akan mengganggu pasokan energi global dan mendorong inflasi lebih tinggi.
📉 Sinyal Hawkish dari The Fed
Ketua The Fed, Jerome Powell, awal pekan ini menyampaikan bahwa risiko inflasi meningkat akibat agenda tarif agresif Presiden Trump. Hal ini berpotensi membatasi ruang pelonggaran suku bunga di sisa tahun ini, yang secara historis merupakan sentimen negatif bagi emas karena logam mulia ini tidak menghasilkan imbal hasil.
📊 Emas Masih Tangguh, Tapi Kompetitor Menguat
- Kinerja emas tetap solid sepanjang 2025, mencatat kenaikan sekitar 30% secara year-to-date, dan hanya terpaut $130 dari rekor tertinggi $3.500 per ons yang dicapai pada April.
- Namun, perak dan platinum mulai menarik minat investor yang melihat harga emas sudah terlalu tinggi.
Sementara itu, bank-bank besar dunia terbelah dalam proyeksinya:
- Goldman Sachs mempertahankan prediksi bullish: harga emas akan menyentuh $4.000 per ons pada 2026.
- Sebaliknya, Citigroup memperkirakan harga justru turun ke bawah $3.000 per ons tahun depan.
📈 Pergerakan Logam Lain
| Logam | Harga / Perubahan |
|---|---|
| Perak | Stabil |
| Platinum | Naik |
| Paladium | Naik |
Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1% di awal perdagangan Jumat, namun masih mencatat kenaikan mingguan 0,4%, memberikan tekanan tambahan bagi harga emas.
📝 Kesimpulan:
Dengan tensi geopolitik yang mereda dan outlook suku bunga yang lebih hawkish, pasar emas menunjukkan tanda-tanda koreksi. Namun, tren jangka panjang masih diperdebatkan di antara para analis Wall Street, membuka ruang untuk volatilitas lebih lanjut di pasar logam mulia.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
