Ancaman ke Teheran, Emas Langsung Dilirik Investor

Harga emas kembali menguat pada awal perdagangan Asia hari Selasa (17/6), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan evakuasi segera dari Teheran. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran atas eskalasi konflik antara Israel dan Iran, sekaligus mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Emas batangan naik hingga 0,4% ke level $3.400 per ons, menyusul koreksi tajam sebesar 1,4% pada hari Senin – penurunan harian terbesar dalam sebulan terakhir. Trump mengeluarkan peringatan melalui media sosial hanya beberapa jam setelah mendesak pemerintah Iran untuk menyetujui kesepakatan nuklir baru yang lebih ketat.

Sebelumnya, emas telah melonjak hampir 4% dalam sepekan terakhir setelah Israel memulai serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran, memicu kekhawatiran konflik skala besar di Timur Tengah. Ketidakstabilan geopolitik ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Kenaikan harga emas juga didorong oleh ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan tarif agresif dari Trump. Harga emas kini hanya sekitar $100 dari rekor tertinggi yang dicapai pada April lalu dan sedang menuju kenaikan bulanan keenam berturut-turut — laju terbaik dalam lebih dari 20 tahun terakhir.

Harga Logam Mulia per 17 Juni 2025 (pukul 07:37 WIB):

  • Emas Spot: $3.395,46 per ons (+0,3%)
  • Perak: Menguat
  • Platinum: Stabil
  • Paladium: Melemah
  • Indeks Dolar Bloomberg: Tidak berubah

Sorotan Utama:

  • 🚨 Seruan evakuasi Teheran oleh Presiden Trump memicu lonjakan permintaan emas.
  • 🔥 Ketegangan Israel-Iran mendukung reli harga logam mulia.
  • 📈 Emas berpeluang mencatatkan kenaikan bulanan terbaik dalam dua dekade.

Investor kini menanti perkembangan lanjutan dari konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter The Fed di tengah situasi global yang terus berubah.

Sumber: Bloomberg

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.