Harga emas kembali menguat setelah mencatat lonjakan harian terbesar dalam empat minggu, dipicu oleh memburuknya hubungan perdagangan global dan pelemahan dolar AS.
🔺 Lonjakan Emas Seiring Dolar Melemah
- Harga emas spot naik 0,2% menjadi $3.389,61 per ons pada pukul 07:23 pagi di Singapura, setelah melonjak 2,8% pada hari Senin.
- Dolar AS jatuh ke level terendah sejak 2023, mencerminkan ketidakpastian kebijakan Presiden Donald Trump.
🌏 Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok dan Rusia-Ukraina
- Tiongkok menuduh AS melanggar kesepakatan perdagangan terbaru dan berjanji akan membela kepentingannya.
- Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pemimpin kedua negara kemungkinan akan berbicara minggu ini.
- Sementara itu, perang Rusia-Ukraina kembali memanas, menambah tekanan geopolitik global.
- Uni Eropa juga mengeluarkan peringatan pembalasan atas ancaman tarif Trump.
🛡️ Emas Kembali Disorot Sebagai Aset Lindung Nilai
- Ketidakpastian global mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
- Emas tetap naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini, meskipun masih sekitar $100 di bawah rekor tertinggi pada April.
- Goldman Sachs menyatakan bahwa emas akan tetap menjadi lindung nilai terhadap inflasi dalam portofolio jangka panjang, bersama minyak.
💡 Fokus Pasar: Data Tenaga Kerja AS
- Laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei akan menjadi perhatian utama pekan ini.
- Data ini diharapkan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
- Suku bunga rendah biasanya menguntungkan emas, karena logam ini tidak menghasilkan bunga.
📊 Logam Lain:
- Perak datar, setelah menyentuh level tertinggi sejak Oktober.
- Platinum naik tipis, sedangkan paladium sedikit berubah.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil setelah penurunan tajam sehari sebelumnya.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
