Harga emas tetap stabil tepat di bawah rekor tertinggi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga, dengan prospek pertumbuhan AS yang lebih lambat dan inflasi yang lebih tinggi pada tahun ini.
๐ Faktor-Faktor Penggerak Harga Emas:
๐น The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Akui Ketidakpastian
- Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa dampak tarif terhadap inflasi bersifat sementara, tetapi mengakui adanya ketidakpastian tinggi akibat kebijakan Presiden Donald Trump.
- Prospek resesi meningkat, meskipun Powell menyebut peluangnya tidak terlalu besar.
๐น Emas Terus Menguat Sebagai Aset Safe Haven
- Harga emas naik 16% sepanjang tahun ini, melanjutkan reli dari tahun sebelumnya.
- Investor terus memburu emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
- Macquarie Group memperkirakan harga emas bisa mencapai $3.500 per ons.
๐น Proyeksi Ekonomi AS dan Dampaknya pada Pasar
- The Fed memprediksi inflasi lebih tinggi, tetapi menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi.
- Pasar obligasi merespons dengan optimisme, karena ini bisa menjadi alasan bagi The Fed untuk tetap mempertimbangkan penurunan suku bunga setengah persen tahun ini.
๐ Harga Emas Spot: $3.050,19 per ons (+0,1%)
๐ Rekor Tertinggi: $3.051,96 (dicapai Rabu)
๐ Indeks Bloomberg Dollar Spot: Turun 0,1%
๐ Logam Mulia Lainnya:
- Perak, Platinum, dan Paladium naik tipis
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
