Merger XL Axiata dan Smartfren: Efisiensi Besar, Dampak Besar bagi Industri Telekomunikasi

PT Rifan Financindo Berjangka – Industri telekomunikasi Indonesia mengalami perubahan besar dengan penggabungan dua raksasa, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN). Merger ini melahirkan entitas baru, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart), yang diyakini akan membawa efisiensi operasional, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas layanan.

Efisiensi dan Penghematan Hingga Rp2,5 Triliun

Bos Grup Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja, mengungkapkan bahwa merger ini akan menghasilkan penghematan biaya yang signifikan. Dalam jangka waktu lima tahun, efisiensi operasional dapat menghemat hingga US$1,5 miliar atau sekitar Rp2,5 triliun.

Dalam lima tahun, kita bisa saving US$1,5 miliar. Jadi sekitar Rp2,5 triliun,” ujar Franky di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/3/2025).

Proses konsolidasi akan berlangsung dalam dua tahap:

  • Dua tahun pertama: Fokus pada pembenahan struktur perusahaan dan penghapusan layanan yang tumpang tindih.
  • Lima tahun ke depan: Optimalisasi sinergi operasional, dengan target efisiensi US$300 juta per tahun setelah konsolidasi stabil.

Strategi Bertahan di Tengah Pasar yang Volatil

Merger ini dilakukan di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Namun, Franky tetap optimis timnya dapat mengelola tantangan ini dengan baik.

Ya, kita kerja keras dan doa keras. Insha Allah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara fundamental, tidak akan ada perubahan negatif dari aksi korporasi ini. Justru, dengan efisiensi yang meningkat, perusahaan akan lebih kuat secara finansial dan operasional.

Struktur Kepemilikan XLSmart Pasca-Merger

Berdasarkan materi Analyst & Investor Conference Call XL Axiata, merger ini akan menjadikan XL Axiata sebagai surviving entity, tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rasio penggabungan ekuitas antara kedua perusahaan ditetapkan sebesar 72:28 untuk XL Axiata dan Smartfren.

Setelah merger, struktur kepemilikan saham di XLSmart adalah sebagai berikut:

  • Sinar Mas menerima 21,7% saham di XLSmart.
  • Axiata memiliki 47,9% saham di XLSmart.
  • Sinar Mas akan mengakuisisi tambahan 13,1% saham dari Axiata dengan nilai US$400 juta.
  • Pembayaran tambahan sebesar US$75 juta akan dilakukan pada peringatan satu tahun merger, tergantung pada pencapaian target tertentu.

Pada akhirnya, Axiata dan Sinar Mas masing-masing akan memiliki 34,8% saham di XLSmart dan tetap menjadi pemegang saham pengendali bersama.

Dampak bagi Industri dan Investor

Merger ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi industri telekomunikasi Indonesia, terutama dalam meningkatkan persaingan dan efisiensi layanan. Dengan pengurangan biaya operasional dan optimalisasi infrastruktur, XLSmart dapat menawarkan layanan yang lebih baik dengan harga lebih kompetitif.

Dari perspektif investasi, aksi korporasi ini menciptakan potensi kenaikan valuasi saham XL Axiata dan Smartfren dalam jangka panjang. Investor perlu mencermati perkembangan merger ini serta strategi bisnis yang akan diterapkan XLSmart setelah konsolidasi selesai.

Merger ini diperkirakan akan rampung pada semester I-2025, menandai babak baru dalam industri telekomunikasi Indonesia.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.