Kekhawatiran Tarif Trump Jaga Harga Emas Tetap di Dekat Rekor Tertingginya

Harga emas bertahan kuat mendekati rekor tertinggi pada hari Kamis (20/2), karena rencana tarif Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan perang dagang global yang besar.

Pergerakan Harga Emas:

  • Harga emas spot naik 0,3% menjadi $2.942,80 per ons, mendekati rekor tertinggi $2.946,85 yang dicapai pada hari Rabu.
  • Harga emas berjangka AS naik 0,8% menjadi $2.959,90.

Faktor Pendorong:

  • Kebijakan Tarif Trump: Sejak pelantikannya, Trump telah mengenakan tarif 10% untuk impor Tiongkok serta 25% untuk baja dan aluminium.
  • Ancaman Tarif Baru: Trump menyatakan akan mengumumkan tarif pada kayu, mobil, semikonduktor, dan farmasi dalam waktu dekat.
  • Kekhawatiran Inflasi: Usulan kebijakan awal Trump menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi yang lebih tinggi, sebagaimana tercermin dalam risalah rapat kebijakan terakhir Federal Reserve.

Kebijakan Moneter dan Implikasinya:

  • The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 38 basis poin pada bulan Desember menurut data LSEG.
  • Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
  • Beberapa pejabat The Fed dijadwalkan berbicara hari ini, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kebijakan moneter AS.

Risiko Geopolitik:

  • Emas tetap menjadi aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
  • Potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dapat sedikit mengurangi permintaan safe haven.
  • Trump mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebagai “diktator” dan memperingatkan bahwa ia harus segera mengamankan perdamaian.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya:

  • Perak spot naik 0,1% menjadi $32,75 per ons.
  • Platinum stabil di $971,90 per ons.
  • Paladium naik 0,1% menjadi $968,94 per ons.

Sumber: Reuters

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.