Harga emas tetap kokoh di dekat level tertinggi sejak awal November pada Rabu (21/1), dengan perhatian pedagang terpusat pada prospek kebijakan ekonomi global setelah Presiden Donald Trump mengindikasikan potensi pengenaan tarif baru.
Faktor Penggerak Pasar
- Isyarat Tarif Baru
- Trump menyebutkan rencana kemungkinan pemberlakuan tarif sebesar 10% pada barang-barang dari Tiongkok sebagai tanggapan terhadap masalah aliran fentanil.
- Ia juga menggarisbawahi niat untuk mengenakan tarif 25% pada barang dari Kanada dan Meksiko dalam waktu dekat.
- Permintaan Aset Safe Haven
- Ancaman tarif tersebut telah mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven, mencerminkan kekhawatiran atas potensi dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi global.
- Kebijakan Fiskal dan Moneter AS
- Kebijakan fiskal Trump, seperti pemotongan pajak dan peningkatan tarif, dapat memperburuk defisit keuangan negara dan memicu inflasi lebih lanjut.
- Jika inflasi meningkat, Federal Reserve mungkin perlu menyesuaikan laju pelonggaran suku bunga, yang pada gilirannya dapat menekan emas.
Pergerakan Harga Logam Mulia
- Harga emas spot: Stabil di sekitar $2.744,84 per ons pada pukul 8:37 pagi waktu Singapura.
- Perak dan platinum: Naik tipis.
- Paladium: Stabil.
- Indeks Spot Dolar Bloomberg: Naik 0,1%, mencerminkan kekuatan dolar AS.
Outlook Pasar
Emas mencetak rekor kenaikan pada tahun lalu, didukung oleh kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan pembelian bank sentral. Prospek aset safe haven tetap positif di tengah kekhawatiran tentang hubungan perdagangan global dan ketidakpastian kebijakan pemerintahan Trump.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
