Jelang Pelantikan Presiden AS Donald Trump, IHSG Dibuka Bergairah

IHSG Dibuka Menguat di Tengah Sentimen Global

PT Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan sesi I Senin (20/1/2025). IHSG dibuka menguat 0,48% ke level 7.188,66, dan selang lima menit kemudian naik tipis menjadi 0,51% di posisi 7.190,96.

Volume transaksi di awal sesi mencapai 1,9 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp802 miliar dari 84.432 kali perdagangan. Pergerakan ini mencerminkan antusiasme investor, meski penuh dengan kehati-hatian menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS untuk periode kedua.

Sentimen Global Menjelang Era Trump 2.0

Pasar global tengah mencermati kebijakan yang mungkin diambil oleh Presiden Trump dalam masa jabatan keduanya. Laporan inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi memberikan sedikit angin segar bagi pasar saham AS. Namun, ketidakpastian tetap membayangi, terutama terkait kebijakan proteksionisme yang pernah digencarkan Trump di periode pertamanya.

Pengalaman masa lalu menunjukkan dampak besar kebijakan Trump terhadap pasar global, terutama dengan memanasnya perang dagang pada 2018. Proteksionisme pro-Amerika Trump diperkirakan akan terus mendorong penguatan dolar AS dan meningkatkan imbal hasil obligasi AS, yang telah naik dari 4,29% pada awal November 2024 menjadi 4,62% pada akhir pekan lalu.

Dampak pada Pasar Domestik

Sejak kemenangan Trump pada Pilpres AS 5 November 2024, IHSG mencatat penurunan 3,14%. Tren penurunan berlanjut di awal tahun 2025, dengan IHSG melemah 1,74% pada periode 2 Januari hingga 14 Januari, turun ke level 6.956,66.

Seperti pada 2017, ketakutan terhadap kebijakan proteksionisme Trump membebani pasar saham Indonesia. Sentimen negatif juga diperburuk oleh penguatan dolar AS yang mendorong arus modal kembali ke AS, sehingga menekan nilai tukar rupiah dan pasar ekuitas domestik.

Risiko dan Peluang bagi Investor

Kebijakan Trump yang pro-dalam negeri menimbulkan kecemasan akan lonjakan inflasi di AS, yang bisa membatasi ruang The Fed untuk memangkas suku bunga. Kebijakan tarif dagang yang direncanakan Trump, khususnya terhadap China, juga dapat berdampak buruk bagi perdagangan global dan pasar Asia, termasuk Indonesia.

Dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dan IHSG kemungkinan masih akan berlanjut. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyoroti tiga risiko utama: tekanan nilai tukar, potensi arus modal keluar, dan ketidakpastian pasar keuangan.

Namun, ada harapan dari laporan laba perusahaan yang solid dan penguatan ekonomi domestik. Investor perlu memahami berita terkini untuk menavigasi volatilitas pasar dengan lebih baik dan mengambil keputusan investasi yang cermat di tengah dinamika global.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.