Harga emas bertahan di level tertinggi dalam sebulan, diperdagangkan sekitar $2.695 per ons, setelah data inflasi AS menunjukkan perlambatan yang mengejutkan. Indeks Harga Konsumen (CPI) inti — yang tidak termasuk biaya makanan dan energi — naik hanya 0,2% pada Desember, dibandingkan kenaikan 0,3% dalam empat bulan terakhir.
Faktor Penggerak Pasar:
- Dampak Data Inflasi:
- Perlambatan inflasi menghidupkan kembali ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga lebih cepat, dengan pedagang swap sekarang sepenuhnya memperkirakan pemangkasan pada Juli 2024.
- Data ini menenangkan kekhawatiran yang muncul dari laporan pekerjaan yang kuat sebelumnya, yang sempat mendorong ekspektasi pelonggaran ke September atau Oktober.
- Dolar Melemah dan Imbal Hasil Turun:
- Imbal hasil obligasi Treasury dan dolar AS melemah setelah rilis CPI, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga.
- Melemahnya dolar membuat harga emas lebih terjangkau bagi pembeli di luar AS.
- Pernyataan Pejabat Fed:
- Beberapa pejabat Fed menegaskan keyakinan bahwa tekanan inflasi akan terus mereda.
- Namun, peringatan tetap diberikan bahwa pertempuran terhadap inflasi belum sepenuhnya selesai, menandakan kehati-hatian dalam langkah kebijakan berikutnya.
Performa Logam Mulia Lainnya:
- Perak: Menguat signifikan, mempertahankan kenaikan 2,5% pada hari Rabu.
- Platinum dan Paladium: Keduanya bergerak stabil tanpa perubahan berarti.
Outlook:
Perlambatan inflasi memberikan katalis positif bagi emas, didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Namun, perhatian pasar akan tetap tertuju pada pernyataan Fed mendatang dan data ekonomi berikutnya untuk memperkuat keyakinan pada prospek kebijakan suku bunga.
Harga emas spot: $2.695,06 per ons
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
