Harga emas tetap dalam kisaran terbatas selama perdagangan Asia pada Kamis (9/1), setelah mencatat kenaikan moderat dalam dua hari terakhir. Prospek penurunan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve mendukung penguatan Dolar AS (USD), membatasi potensi penguatan logam mulia.
Faktor-Faktor Utama:
- Dolar AS yang Kuat:
- Dolar AS tetap kokoh di dekat level tertinggi dua tahun, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam menurunkan suku bunga pada 2025.
- Penguatan ini membebani harga emas, yang tidak memberikan imbal hasil dan menjadi kurang menarik bagi investor.
- Dukungan Safe Haven:
- Sentimen pasar yang berhati-hati, risiko geopolitik, dan ketegangan perdagangan global terus memberikan dukungan moderat bagi emas sebagai aset lindung nilai.
- Penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS juga membatasi tekanan jual pada logam mulia.
- Menjelang Data dan Pidato Fed:
- Investor berhati-hati menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dijadwalkan rilis Jumat, yang dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve.
- Pidato beberapa anggota FOMC selama sesi AS Kamis ini juga menjadi fokus pasar untuk peluang perdagangan jangka pendek.
Harga Terbaru:
- Harga emas spot sedikit melemah selama sesi Asia dan diperdagangkan di dekat kisaran $2.645 per ons.
Kesimpulan:
Meskipun prospek kebijakan Fed menjadi hambatan, ketidakpastian global dan risiko geopolitik tetap menjadi pendorong utama yang menjaga emas dalam rentang stabil. Data ekonomi utama dan komentar dari pejabat Fed diperkirakan akan memberikan arah lebih jelas bagi harga emas dalam jangka pendek.
Sumber: FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
