Harga emas bertahan di dekat $2.660 per ons, mendekati level tertinggi dalam dua minggu, setelah reli sebelumnya. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini, yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
Faktor Pendukung Pasar Emas:
- Pembelian oleh Bank Sentral Tiongkok: Bank sentral Tiongkok menambah emas ke cadangannya pada November, yang pertama dalam tujuh bulan, memberikan dorongan pada pasar logam mulia.
- Ketegangan Geopolitik: Kekosongan kekuasaan di Suriah setelah Bashar al-Assad digulingkan meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.
- Ekspektasi Fed: Data inflasi yang akan datang menjadi indikator kunci bagi pejabat Fed sebelum pertemuan kebijakan mereka. Pasar swap saat ini memperkirakan peluang 86% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Dinamika Harga:
- Harga Emas Spot: Stabil di $2.659,71 per ons pada Selasa pagi waktu Singapura, setelah naik 1% pada hari sebelumnya.
- Kinerja Logam Mulia Lainnya: Perak dan paladium mencatat kenaikan tipis, sementara platinum tidak berubah.
- Indeks Dolar Bloomberg: Sedikit berubah, menjaga tekanan terhadap logam mulia tetap terkendali.
Meskipun emas telah menurun dari puncak tertingginya di $2.790 per ons pada Oktober, harganya tetap naik 28% sepanjang tahun 2024, didorong oleh permintaan aset safe haven dan perubahan kebijakan moneter Federal Reserve.
Outlook Pasar:
Investor akan mencermati laporan inflasi AS minggu ini, karena data tersebut akan memberikan sinyal penting mengenai arah kebijakan suku bunga Fed.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
