Harga emas stabil di sekitar $2.750 per ons pada Jumat (01/11) setelah penurunan lebih dari 1% sehari sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh data ekonomi AS yang kuat, menunjukkan peningkatan pendapatan dan pengeluaran pribadi, inflasi dasar yang tetap di atas target, serta penurunan tak terduga dalam klaim pengangguran. Data ini mendukung kekuatan ekonomi AS di tengah suku bunga yang tinggi dan memperkuat peluang Federal Reserve untuk menahan diri dari pemangkasan suku bunga yang agresif.
Namun, ketidakpastian politik terkait pemilu AS tetap mendukung harga emas. Kemungkinan kepresidenan Trump yang kedua diperkirakan akan membawa kebijakan fiskal yang ekspansif dan tarif yang lebih tinggi, yang dapat memicu inflasi jangka panjang dan mendorong permintaan emas sebagai pelindung nilai. Selain itu, konflik di Timur Tengah dan perang yang terus berlanjut di Ukraina semakin meningkatkan minat investor pada emas sebagai aset safe haven.
Sumber: Trading Economics
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
