Harga emas naik ke rekor tertinggi pada Rabu (30/10) seiring dengan meningkatnya permintaan aset safe haven menjelang pemilihan presiden AS. Emas batangan diperdagangkan hingga $2.789,86 per ons, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai sehari sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar Bloomberg mengalami penurunan setelah tiga hari naik menjelang rilis data PDB AS. Pembacaan yang lebih lemah bisa memberi dorongan pada Federal Reserve untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih dalam, yang biasanya menguntungkan emas sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga.
Menurut laporan World Gold Council, permintaan emas global melonjak 5% pada kuartal ketiga, mencapai rekor baru dengan konsumsi di atas $100 miliar untuk pertama kalinya. Peningkatan ini didorong oleh arus investasi yang kuat dari Barat, sehingga volume emas yang diperdagangkan naik menjadi 1.313 ton.
Harga emas spot tercatat naik 0,5% menjadi $2.787,67 per ons pada pukul 7:05 pagi waktu London, sementara indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%. Di sisi lain, harga perak, paladium, dan platinum mengalami penurunan.
Para pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS dan laporan penggajian akhir pekan ini, yang diharapkan bisa memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter Federal Reserve hingga tahun 2025. Para ekonom memperkirakan bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin pada pekan depan, dalam upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi yang terdampak badai baru-baru ini.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
