Pasar Optimis The Fed Segera Pangkas Suku Bunga, Nasib Rupiah Gimana?

PT Rifan Financindo Berjangka – Rupiah mulai bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah tekanan terhadap indeks dolar (DXY) mereda akibat data ekonomi AS yang mendukung pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data Refinitiv, mata uang rupiah menguat tipis 0,06% dan ditutup di angka Rp16.215/US$ pada Selasa (4/6/2024).

Faktor Penguatan Rupiah

Penguatan rupiah terjadi di tengah deflasi sebesar 0,03% month-to-month (mom) pada periode Mei, yang disebabkan oleh turunnya harga pangan, terutama beras yang mengalami deflasi 0,15% mom. Secara tahunan, inflasi tumbuh sebesar 2,84%, lebih rendah dibandingkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi yang memperkirakan inflasi Mei 2024 akan mencapai 2,94% year-on-year (yoy).

Inflasi yang lebih rendah ini dinilai positif karena dapat lebih menggerakkan perekonomian di tengah kemampuan konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Harapan para pelaku pasar adalah angka pengangguran yang tinggi atau jumlah lowongan pekerjaan yang sedikit, yang akan menekan daya beli dan inflasi, sehingga The Fed dapat lebih yakin untuk menurunkan suku bunga.

Harapan Pasar terhadap Kebijakan The Fed

Menurut perangkat FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini sebesar 99,9%. Pasar melihat kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini terjadi dua kali, yaitu pada pertemuan September dan Desember. Pada pertemuan 18 September 2024, pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga target suku bunga menjadi 5,00%-5,25%. Kemudian, pada pertemuan 18 Desember 2024, The Fed diharapkan kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%-5,00%.

Data Ekonomi AS Mendukung Penurunan Suku Bunga

Aktivitas manufaktur AS melambat untuk bulan kedua berturut-turut pada Mei, karena pesanan barang baru turun terbesar dalam hampir dua tahun, meskipun ukuran inflasi input turun dari level tertinggi sejak pertengahan 2022. Indeks manajer pembelian manufaktur Institute for Supply Management untuk Mei turun menjadi 48,7 dari 49,2 pada April. Penurunan ini merupakan bulan kedua berturut-turut di bawah level 50, yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi.

Selain itu, tingkat lowongan kerja menurun pada April, dengan jumlah lapangan kerja terbuka yang tersedia untuk setiap pengangguran turun menjadi 1,24 juta, level terendah sejak Juni 2021. Kini, angka tersebut telah kembali normal seperti pada tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19.

Dampak terhadap Strategi Investasi

Optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed memiliki dampak signifikan terhadap strategi investasi. Investor harus memperhatikan perkembangan kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi yang mempengaruhi nilai tukar dan likuiditas di pasar. Dengan suku bunga yang lebih rendah, aset berisiko seperti saham dapat menjadi lebih menarik, sementara mata uang seperti rupiah dapat menguat jika tekanan terhadap dolar AS berkurang.

Analisis Teknikal Rupiah

Secara teknikal, rupiah menguat menuju area garis rata-rata selama 50 jam atau Moving Average (MA) 50. Penguatan ini diperkirakan berlanjut menuju garis rata-rata selama 100 jam atau MA 100 di posisi Rp16.180/US$. Namun, perlu diantisipasi adanya potensi pembalikan arah melemah ke resistance terdekat di Rp16.280/US$, berdasarkan horizontal line dari high candle intraday pada 30 April 2024.

Pergerakan rupiah melawan dolar AS menunjukkan volatilitas yang dapat dimanfaatkan oleh investor untuk mengambil posisi yang sesuai dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed dan kondisi ekonomi global. Memahami berita terkini di pasar keuangan sangat penting untuk menginformasikan keputusan investasi dan strategi pengelolaan risiko.

Kesimpulan

Pemangkasan suku bunga The Fed yang diantisipasi pasar memberikan dampak positif terhadap penguatan rupiah. Data ekonomi AS yang mendukung penurunan suku bunga serta langkah-langkah kebijakan moneter menjadi faktor penting yang perlu dipantau oleh investor. Dengan memahami perkembangan ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola portofolio dan strategi investasi mereka.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.