Emas Stabil saat Investor Tinjau Jalur Suku Bunga Pasca Pidato Hawkish Fed

Emas menahan penurunan pada Kamis (17/5), dengan pasar kembali mengevaluasi arah kebijakan moneter setelah pejabat Federal Reserve menggarisbawahi perlunya inflasi AS surut lebih jauh untuk menjamin suku bunga yang lebih tinggi.

Tinjauan Pasca Pidato Hawkish Fed

Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin dan John Williams dari Federal Reserve New York memberikan isyarat bahwa suku bunga perlu tetap tinggi untuk periode yang lebih lama. Hal ini menambah keyakinan bahwa Federal Reserve mungkin tidak segera menurunkan suku bunga meskipun ada tanda-tanda penurunan inflasi. Ini menciptakan ketidakpastian baru di pasar, menghapuskan optimisme yang muncul setelah data inflasi AS melambat pada bulan April.

Dampak Terhadap Harga Emas

Meskipun imbal hasil Treasury AS meningkat, emas tetap berada di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Pasar telah meningkatkan spekulasi terhadap penurunan suku bunga dalam beberapa pekan terakhir, dengan peluang pivot Federal Reserve pada bulan September meningkat menjadi 51%. Emas, bagaimanapun, tetap dalam kisaran perdagangan yang sempit, mencerminkan kurangnya kejelasan mengenai kebijakan moneter AS.

Perak dan Emas: Perbandingan

Perak telah mengungguli emas sepanjang tahun ini, mencatat kenaikan sebesar 25% karena permintaan finansial dan industri yang kuat. Rasio perak terhadap emas menunjukkan potensi perpanjangan kenaikan harga perak dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Emas tetap stabil di tengah dinamika pasar yang kompleks, dengan para investor menilai dampak pidato hawkish Federal Reserve terhadap prospek suku bunga AS. Meskipun ada ketidakpastian, harga emas tetap kuat, didorong oleh pembelian bank sentral, risiko geopolitik yang meningkat, dan permintaan yang kuat dari Tiongkok.

Referensi: Bloomberg

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.