Emas tetap stabil di tengah ekspektasi para pedagang menjelang rilis data inflasi AS yang penting, yang diharapkan dapat membentuk prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Tunggu Data Inflasi AS
Emas diperdagangkan stabil di atas $2,335 per ons pada awal sesi Asia, setelah mengalami penurunan 1% di sesi sebelumnya. Pedagang menahan langkah mereka menjelang data inflasi konsumen AS yang dijadwalkan dirilis hari Rabu. Data ini dianggap krusial karena dapat mempengaruhi kebijakan moneter Fed.
Tanda-tanda Inflasi yang Tantang Bank Sentral
Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Senin menyusul survei Fed di New York yang menunjukkan perkiraan kenaikan harga konsumen pada tingkat tahunan sebesar 3,3%. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi bank sentral dalam menurunkan biaya pinjaman di tengah tekanan inflasi yang tinggi.
Fokus pada Data Harga Produsen dan Pidato Ketua Fed
Pasar juga akan memantau data harga produsen yang dijadwalkan dirilis hari Selasa, serta pidato Ketua Fed Jerome Powell. Data tersebut akan membantu menilai dampak terhadap indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang menjadi ukuran inflasi pilihan The Fed.
Dukungan dari Pembelian Bank Sentral dan Permintaan Tiongkok
Emas telah naik 13% tahun ini dan mencapai rekor tertingginya pada bulan lalu, didukung oleh pembelian bank sentral dan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, permintaan dari Tiongkok juga meningkat karena investor mencari lindung nilai di tengah kinerja ekonomi yang buruk dan pasar yang lesu.
Outlook Emas
Harga emas di pasar spot sedikit berubah pada $2,338.86 per ons pada pukul 7:58 pagi di Singapura. Investor mempertahankan kewaspadaan terhadap perkembangan di pasar keuangan global serta dampak dari data inflasi AS terhadap harga emas.
Referensi: Bloomberg
