Emas stagnan di awal sesi perdagangan Asia, bertahan stabil setelah mengalami kenaikan semalam menyusul data inflasi AS yang memperkuat pandangan terkait penurunan suku bunga oleh The Fed. Angka-angka tersebut sejalan dengan perkiraan, menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga pada akhir tahun ini tetap dalam radar, seperti yang disampaikan oleh analis ANZ Research dalam sebuah catatan.
Para analis juga mencatat pernyataan dari pejabat Fed, Raphael Bostic, yang menyatakan bahwa akan ada beberapa tantangan dalam mencapai target inflasi 2% yang diinginkan oleh The Fed. Namun demikian, Bostic kembali menguatkan pandangannya bahwa pelonggaran kebijakan moneter bisa dimulai pada musim panas.
Harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga, dengan kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan bunga. Harga emas di pasar spot stagnan pada $2,042.97 per ons.
Sumber: Dow Jones Newswires
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
