PT Rifan Financindo Berjangka – Mata uang Asia mengalami tekanan pada hari Senin (05/02), sementara dolar AS tetap stabil di level tertinggi dua bulan. Data pasar tenaga kerja AS yang kuat dan sikap hawkish dari Federal Reserve memicu ulasan kembali harapan untuk penurunan suku bunga lebih awal.
Pasca data nonfarm payrolls AS yang melampaui ekspektasi pada bulan Januari, mata uang regional mengalami penurunan tajam. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan dalam wawancara dengan CBS 60 Minutes bahwa kekuatan yang terus berlanjut dalam ekonomi AS memberi The Fed ruang lebih besar untuk menjaga kebijakan moneter tetap stabil.
Komenter Powell, yang konsisten dengan sinyal yang disampaikan dalam rapat The Fed, memperkuat dolar dan Treasury yields. Indeks dolar dan indeks dolar berjangka keduanya naik 0,1% di perdagangan Asia, mencapai level tertinggi sejak awal Desember.
Para investor dan trader kini menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga AS. Meskipun sebelumnya diprediksi pada bulan Maret, penurunan suku bunga sekarang lebih mungkin terjadi pada bulan Juni, menurut CME Fedwatch tool.
Situasi ini menghasilkan tekanan terhadap mata uang Asia, terutama karena tingginya suku bunga AS membuat aset berimbal hasil tinggi dan berbasis risiko di Asia kurang menarik. Selain itu, kekhawatiran terus berlanjut terhadap China juga mempengaruhi sentimen regional.
Penurunan aktivitas sektor jasa China, seperti yang ditunjukkan oleh survei swasta, dan penurunan kecil dalam data surplus perdagangan Australia untuk bulan Desember, semakin menambah tekanan pada mata uang regional. Fokus sekarang tertuju pada rapat Reserve Bank of Australia dan Reserve Bank of India, dengan harapan untuk mendapatkan wawasan tentang rencana kedua bank sentral terkait suku bunga.
Meski Yen Jepang tetap stabil, mata uang tersebut masih berada di atas level terendah dua bulan terhadap dolar AS. Di sisi lain, Won Korea Selatan menguat, sementara Rupee India tetap stabil menjelang rapat Reserve Bank of India.
Dalam konteks ini, dolar Singapura mengalami penurunan setelah data retail sales yang lemah untuk bulan Desember.
Pemahaman yang baik tentang peristiwa terkini di pasar keuangan sangat penting bagi investor untuk menyesuaikan strategi investasi mereka dengan kondisi pasar yang berkembang.
Sumber: Investing.com
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
