Harga emas mengalami penurunan setelah komentar hawkish dari sejumlah pengambil kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB), yang memperingatkan ekspektasi penurunan suku bunga yang terlalu optimis.
Robert Holzmann, anggota Dewan Pengurus ECB, menyatakan pada hari Senin bahwa pemotongan suku bunga tahun ini tidak dapat dipastikan mengingat adanya inflasi yang masih ada dan risiko geopolitik yang berlanjut. Pernyataan ini, yang mendapat dukungan dari Presiden ECB Christine Lagarde, sejalan dengan sikap yang diambil oleh Federal Reserve di Amerika Serikat. Penurunan suku bunga biasanya dianggap positif bagi emas batangan, yang tidak memberikan imbal hasil.
Data ekonomi yang fluktuatif di Amerika Serikat baru-baru ini telah meningkatkan ketidakpastian tentang kapan The Fed akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar. Para investor akan memperhatikan klaim pengangguran akhir pekan ini untuk mendapatkan wawasan tentang ketahanan pasar tenaga kerja terhadap kenaikan biaya pinjaman.
Emas mengalami penurunan sebesar 0,3%, mencapai $2,052.05 per ons pada pukul 8:35 pagi di Singapura. Sementara itu, indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami kenaikan tipis. Perak dan platinum juga turun, sementara paladium tetap stabil.
Sumber: Bloomberg & RFB News
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
