Bursa Asia Dibuka Bergairah Lagi, tapi Shanghai Masih Lesu

PT Rifan Financindo Berjangka – Mayoritas bursa Asia-Pasifik membuka perdagangan Kamis (11/1/2024) dengan penuh semangat, mengikuti tren positif yang juga terjadi di bursa saham Amerika Serikat (AS) semalam. Pada pukul 08:30 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,71%, Hang Seng Hong Kong dan Straits Times Singapura naik 0,15%, ASX 200 Australia menguat 0,42%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,15%.

Sayangnya, indeks Shanghai Composite China masih terkoreksi 0,15% di awal sesi hari ini.

Data Perdagangan Australia Menguat

Data perdagangan Australia untuk November 2023 menunjukkan surplus sebesar A$ 11,4 miliar, melampaui perkiraan pasar yang sebelumnya hanya mencapai A$ 7,5 miliar. Ini merupakan surplus tertinggi dalam delapan bulan terakhir, didorong oleh kenaikan ekspor batu bara dan penurunan impor mobil setelah beberapa bulan yang kuat.

Ekspor Australia naik 1,7%, terutama karena kenaikan batubara dan bijih besi. Sementara itu, impor mengalami penurunan sebesar 7,9%, dipengaruhi oleh penurunan ekspor mobil hingga A$ 1 miliar dan turunnya harga minyak.

Tren Positif di Bursa Asia-Pasifik

Bursa Asia-Pasifik menguat di tengah kebangkitan Wall Street kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,45%, S&P 500 bertambah 0,57%, dan Nasdaq Composite mengakhiri sesi dengan apresiasi sebesar 0,75%. Saham-saham raksasa teknologi, seperti Microsoft, Meta Platforms, dan Nvidia, menjadi pendorong utama kenaikan pada indeks S&P 500, seiring yield US Treasury tenor 10 tahun yang bertahan mendekati 4%.

Meski demikian, kenaikan Wall Street masih tertahan karena investor mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS periode Desember 2023.

Fokus pada Data Inflasi AS

Proyeksi inflasi AS pada akhir 2023 menunjukkan peningkatan tipis, terutama dipicu oleh musim natal dan tahun baru. Konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan sebesar 3,2%, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan 3,1% pada November 2023. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan melambat menjadi 3,8% tahunan, dibandingkan dengan 4% pada bulan sebelumnya.

Investor akan memantau laporan ini untuk mendapatkan petunjuk kapan Federal Reserve (The Fed) AS akan menurunkan suku bunganya. Data klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis malam ini juga menjadi sorotan, diharapkan meningkat menjadi 210.000 dari 202.000 klaim pekan sebelumnya.

Dampak Data Klaim Pengangguran

Meskipun peningkatan klaim pengangguran berdampak negatif pada pasar tenaga kerja, secara keseluruhan, ini dapat berdampak positif pada ekonomi AS dan prospek inflasi. Kondisi pasar tenaga kerja yang membaik dapat memicu penurunan inflasi.

Data ini juga menjadi perhatian global karena dapat mempengaruhi kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Meskipun ada pandangan hawkish dari beberapa pejabat The Fed, seperti pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams, yang menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyerukan penurunan suku bunga, ekspektasi pasar tentang penurunan suku bunga pada Maret mulai merosot.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 64,5%, turun dari 66,3% sehari sebelumnya dan lebih rendah dari 79% pekan lalu.

Artikel ini memberikan gambaran tentang keadaan bursa saham dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhinya. Dengan berbagai data dan proyeksi, pelaku pasar dapat mempersiapkan langkah mereka menghadapi pergerakan di pasar global.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.