PT Rifan Financindo Berjangka – Emas mengalami kenaikan tipis setelah mengalami sedikit penurunan pada sesi sebelumnya, dengan para investor kembali memusatkan perhatian pada imbal hasil Treasury AS. Peningkatan ini terjadi setelah penjualan obligasi 20 tahun senilai $16 miliar pada hari Senin, yang menarik permintaan yang kuat.
Hasil lelang tersebut mendorong kenaikan pada obligasi AS, dipicu oleh melambatnya inflasi dan pertumbuhan yang melambat di Amerika Serikat. Imbal hasil yang lebih rendah umumnya memberikan dampak positif bagi emas batangan, terutama karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Meskipun investor kembali tertarik pada utang jangka panjang, ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi beban bagi logam mulia. Pernyataan Presiden AS Joe Biden pada hari Senin mengenai kemungkinan kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk membebaskan sekelompok sandera turut berkontribusi pada meredanya premi risiko perang pada harga emas.
Pada pasar spot, harga emas naik sebanyak 0,3%, mencapai $1,983.62 per ons pada pukul 8:26 pagi di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot tetap datar. Perak mengalami kenaikan, sementara paladium dan platinum mengalami penurunan.
Artikel ini mencerminkan bagaimana dinamika pasar emas terus berubah seiring dengan peristiwa global dan fokus investor yang beralih. Meskipun permintaan terhadap imbal hasil Treasury mempengaruhi pergerakan emas, faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik tetap menjadi pertimbangan utama bagi pelaku pasar.
Sumber: Bloomberg & Rfbnews
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
