Harga emas stabil pada perdagangan Rabu pagi setelah sesi yang penuh gejolak. Para pelaku pasar mencermati isu sensitif seputar masa depan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di tengah spekulasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin mempertimbangkan untuk memecatnya sebelum masa jabatan berakhir.
Harga emas spot tercatat $3.343,61 per troy ounce pada pukul 08:40 waktu Singapura, nyaris tak berubah dari sesi sebelumnya. Pada Selasa, logam mulia ini sempat melonjak 0,7% setelah rumor mengenai pencopotan Powell mengguncang pasar keuangan.
🧨 Rumor Pemecatan Powell Guncang Pasar
Spekulasi muncul usai seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Trump mungkin mengupayakan pemecatan Powell, memicu:
- Lonjakan harga emas,
- Koreksi pada pasar saham AS,
- Penurunan imbal hasil Treasury dan dolar AS.
Namun, Trump kemudian memberikan klarifikasi, menyebut bahwa ia “tidak berencana melakukan apa pun” terkait posisi Powell, sehingga ketegangan pasar sedikit mereda.
🛡️ Ketidakpastian Politik Dukung Safe Haven
Meski pernyataan Trump menenangkan sebagian investor, kekhawatiran terhadap potensi intervensi politik terhadap bank sentral tetap membayangi. Jika Powell diberhentikan sebelum masa jabatannya habis pada 2026, pasar bisa kehilangan kepercayaan terhadap independensi kebijakan moneter AS, dan emas kemungkinan besar akan mendapat dorongan sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
Sejauh ini, emas telah naik hampir 30% sepanjang tahun 2025, didorong oleh:
- Ketegangan geopolitik dan perang dagang,
- Arus masuk ke ETF emas,
- Pembelian oleh bank sentral global.
⚖️ Komoditas Lain Bergerak Terbatas
- Indeks Bloomberg Dollar Spot naik tipis 0,1%.
- Platinum dan paladium relatif stabil setelah reli lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.
Kesimpulan:
Emas berada dalam fase konsolidasi, tetapi potensi gejolak masih tinggi jika isu politik seputar The Fed kembali memanas. Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap arah kebijakan Washington yang berpotensi mengguncang pasar global.
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
Sumber:
